Sang Mutiara

mahkota

Setitik air, jatuh, dari awan di langit
alangkah kecil hatinya, melihat samudera luas

Katanya,
‘Siapa aku ini, jika ia ada?
Jika ia ada, maka aku mesti tiada.’

Saat ia saksikan dirinya rendah
dari matanya yang tunduk ke bawah,
Tiram di dasar menerimanya sepenuh hati
lalu membentuknya, dalam cangkang.

Dan terjadilah, dengan itu
takdirnya tersegel kokoh.
Maka jadilah ia mutiara mahkota,
menambah mulia kepala Sang Raja.

Dengan menyelam dalam di kerendahan,
tinggi ia terangkat ke kemuliaan.
Awalnya ia ketuk gerbang ketiadaan diri,
akhirnya ia jadi dirinya sepenuh diri.

Sedikit manusia yang ber-aql,
mereka pastilah rendah hati:
sebagaimana cabang pohon yang sarat buah,
begitu rendah ia merunduk ke tanah.

“The Pearl” – Sheikh Muslihuddin Sa’di Al-Shirazi, penyair sufi Persia abad 12.
diterjemahkan oleh Herry Mardian

0 comments On Sang Mutiara

  • nice post ! posting puisi-puisi yang banyak dong…

  • hati adalah raja
    ahlak mulia adalah bala tentaranya
    jiwa kan hidup bila hikmah tlah merasuk
    sejati diri pembimbing menuju jalan ilahi….
    :mrgreen:

  • Betapa sejuknya ya Allah…
    Hujan Rahmat-Mu senantiasa membasahi kami semua. Maha Suci Engkau Ya Rabb.

    Alhamdulillah…akhirnya saya bertemu dengan versi lengkapnya

  • nice poem in the morning
    dengan kerendahan hati yang ikhlas karenaNya
    Dia yang akan mengangkat kita pada kemuliaan
    just do our best… yang lainnya Tuhan yang atur
    I just believe it 🙂

  • bagaimana menjadi rendah hati dengan ikhlas?

  • sebaiknya belajar renda hati dulu …jangan berbangga diri kerana akan berbuah riya ingin di puji…jangan mengingat jasa karena tertanam benih bangga diri…berharap Allah ridha…berbalas pertolonganNya untuk mengajari kita Ikhlas:mrgreen:

  • # Helmy : Bagaimana menjadi rendah hati dengan ikhlas?

    Pertanyaan bagus! Tapi saya nggak tau jawabannya. mungkin ikhlas memang harus diminta pada Allah ta’ala. Tapi sebelum belajar ikhlas, kita belajar sabar dulu kali ya…

  • hehe jawaban yang tepat kang hery…sabar adalah awal dari segala kebaikan…:mrgreen:..belum ngantuk kang:cool:

  • mohon ijin kang hery mentautkan blog ini dengan blog saya tatahati.blogsome.com

  • monggo… makasih, adjie 😉

  • Puisi adalah lantunan jiwa yang lembut…
    jadi, bisa diketahui, bahwa orang – orang sufi itu memiliki jiwa latif yang lembut yang merindui tuhannya..

  • mas herry, sekali2 tampilin puisinya para sufi dong kayak rumi, junayd, sybli (kalo ada), hallaj jg boleh :wink::wink:

  • :idea::lol:
    dari mana qt memulai..kepada siapa dan bagaimana melakukannya?? dan setelah itu apa lagi..apa lagi dan apa lagi ??
    kosong..hampa…semua tampak tidak menyenangkan..membosankan,membelenggu..mengkahwatirkan..tidak masuk akal…
    ouugh….diri ini..hampa pa pa paaaaaa….
    masya ALLOOH ??
    ketiadaan dalam ketiadaan dalam ketiadaan terdalam !!

  • i dont want anything..

    ga suka..
    kalau ikhlas ya ikhlas aja, ga perlu apa2..
    beriman, berjalan, mendaki, apapun itu..
    merunduk, tunduk, patuh, pasrah, seperti arti dari kata islam

    ga perlu dijanjikan kedudukan tinggi di akhir begitu..
    sajaknya ga indah.
    bete.
    ngilangin mud..

    perjalanannya sudah amat indah,
    tak perlu tempat akhir yang indah..
    tujuan tak bisa suatu yang melenakan..

    tujuan tak boleh jadi akhir, karena Allahu menjanjikan kehidupan tanpa akhir itu, bagi kita. sebuah petualangan tanpa akhir, bersama Nya..

    waaa.. ngimpi euy hayang ka surga..
    hiks..
    hiks..
    hiks..
    khayalan tingkat tinggi…

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

%d bloggers like this: